Gereja Sudah Gagal


 


Pace e Bene fratelli... Dalam edisi perdana blog Gembel Beriman ini, sy sebagai penulis dan pemilik blog ini langsung membuka dgn artikel yg sy tulis karena kekecewaan sy pada para pengurus gereja termasuk tim kerja yg ada di dalam nya, serta para aktivis gereja yg ngakunya sok peduli dan koar² tentang cinta-kasih, persaudaraan dsb tapi hasilnya cuma JEMBUT BRODOL belaka. Btw langsung kita masuk ke bagian pembuka dr artikel ini. 


Sebenarnya sy sudah lama ingin menulis artikel ini tepatnya sejak Mei yg lalu, saat ban gerobak sy rusak dan sy minta bantuan kepada para temen sy yg ngakunya punya solidaritas tinggi untuk kaum miskin, termasuk teman sy yg menjadi prodiakon di salah satu Paroki di daerah sleman timur. Sy mau pinjam uang 300 ribu atau 400 ribu buat beli ban gerobak baru untuk cari rosok karena sy bekerja sebagai pemulung, eeehhh katanya gak ada, padahal dia punya usaha yg pelanggannya cukup banyak, dan pet hari gak mati 5 juta. Dalam hati sy wah ASU kebangeten tenan, mosok uangnya banyak gitu sy pinjam 300 atau 400 gak bisa. Yo wes gak apa apa... 


Kemudian sy mencoba menghubungi teman sy yg adalah aktivis gereja yg tinggal di jogja selatan yg ada kerja di salah satu asrama milik salah satu sekolah Katolik di jogja selatan, tapi cuma adem ayem saja. Oke gak apa apa, mungkin sibuk banget... Sy kontak ke teman sy yg lain yg juga aktivis gereja malah jawabannya kebanyakan teori dan rumus ini itu itil jembut, asu asu batin sy kayak gitu. Lha ngakunya aktivis gereja namun tidak bisa apa meminjamkan dana gereja bagi sy di Paroki? Sy minjam bukan minta, sebulan sekali ngangsur ya oke gak apa berapapun itu angsuran nya. Padahal banyak teman sy yg berlatar belakang aktivis gereja yg sy kirimi fotokopi identitas asli sy agar sewaktu sy butuh uang bisa di pinjaman kan ke mana. 


Yg sy tanyakan sekarang adalah, setiap minggu kolekte di gereja numpuk puluhan juta uang itu kemana? Katanya untuk membantu kaum miskin papa, padahal lembaga gerejawi banyak yg mengatasnamakan PGPM alias PAGUYUBAN GEREJA PAPA MISKIN, itu artinya selama ini kami para kaum miskin hanya di jadikan embel-embel saja buat menggemukkan perut mereka? Wah bajingan banget kalo seperti itu. Kenapa para aktivis gereja cuma diam dan gak mau untuk menyuarakan keadilan bagi para kaum miskin, takut? Halah dengan sesama manusia kok takut? Takut itu cuma sama Tuhan. Jujur sy kecewa akan hal ini, sampai akhirnya sy bisa mendapatkan ban gerobak baru dari sesama teman pemulung walaupun itu ban hasil maling dari gerobak angkringan yg di tinggal di pinggir jalan. 


Kalo gini caranya para pengurus dan aktivis gereja menjadi suksesi utama terjadinya dosa, maka wajar kalau beberapa teman kami jika di tanya agamanya apa? Kok gk ibadah dll pasti jawab mending tidur daripada ibadah, karena banyak teman sy yg notabene nya pemulung dan gelandangan sudah kenyang sama yg namanya janji manis dr para pengurus agama apapun itu, plus kecewa berat maka banyak teman sy itu yg memilih menjadi atheis. Bukan cuma gereja, tp agama lain pun juga demikian hanya menjual nama kaum miskin untuk kepentingan pribadi. Asu... Ya emang kaum miskin sama gereja di perhatikan dan di beri bantuan tapi kok cuma nasi, roti, atau sembako? Kentir tenan ki jenenge. Lha nasi atau roti kalo di makan habis akhirnya menjadi tai, sembako pun juga demikian kalo di masak hanya akan jadi tai.


Sy ini orangnya sekali kecewa tetap kecewa  sy tidak akan pernah memaafkan kejadian ini sampai kapan pun itu, sampai gereja mau meng introspeksi dirinya dan berbuat kasih secara lebih real dan nyata. Sy berharap para aktivis gereja yg kebanyakan kaum intelektual  mau bergerak untuk mendobrak pintu gereja yg sudah tergembok oleh kemurkaan, kesombongan dan kemunafikan. Dengan catatan gerakan tersebut bukan hanya janji tapi ada bukti. Berkah Dalem...

Komentar